Cocoamine CAS 61788-46-3
Bahan baku Cocoamine terutama berasal dari asam lemak dalam minyak kelapa (seperti asam laurat, asam miriktat, asam palmitat, asam oleat, dll.), dan diproduksi melalui reaksi amolisis (asam lemak bereaksi dengan amonia membentuk nitril lemak, yang kemudian direduksi untuk menghasilkan amina) atau langsung melalui reaksi asam lemak dengan amonia.
| BARANG | STANDAR |
| Penampilan | cairan tidak berwarna |
| Nilai Total Amina mg/g | 270-295 |
| Kemurnian % | > 98 |
| Nilai Yodium g/ 100g | < 12 |
| Titer ℃ | 13-23 |
| Warna Hazen | < 30 |
①. Industri Kimia dan Perawatan Pribadi Sehari-hari
Komponen inti dari sistem surfaktan
Pengemulsi
Saat digunakan untuk menyiapkan emulsi dan krim (seperti krim wajah dan losion tubuh), ia membentuk lapisan emulsi yang stabil dengan cara mengadsorpsi pada antarmuka minyak-air untuk mencegah pemisahan minyak-air.
Cocamidopropylamine Oxide digunakan sebagai pengemulsi dengan iritasi rendah dalam losion perawatan kulit.
Zat pembusa dan penstabil busa
Tambahkan ke sampo dan sabun mandi untuk meningkatkan pembentukan busa dengan mengurangi tegangan permukaan air dan meningkatkan stabilitas busa.
Fitur: Dibandingkan dengan bahan pembusa berbasis petroleum, amina minyak kelapa lebih lembut dan cocok untuk produk kulit sensitif (seperti produk perawatan bayi).
Kondisioner
Garam amonium kuaterner (seperti kokoiltrimetilamonium klorida) dalam kondisioner rambut dan masker rambut dapat menempel pada permukaan rambut yang bermuatan negatif, menetralkan listrik statis, memperbaiki rambut kusut, dan memberikan rasa halus saat disentuh.
2. Bantuan anti-korosi dan penghambatan korosi
Beberapa turunan amina tersier dapat menghambat korosi wadah logam (seperti kemasan aluminium) dan memperpanjang umur simpan produk.
Garam amonium kuaterner (seperti kokoil dimetil benzil amonium klorida) memiliki aktivitas antibakteri dan dapat digunakan sebagai pengawet dalam kosmetik (dengan tunduk pada batasan peraturan).
②. Industri Tekstil dan Kulit
Kelembutan dan perawatan kain
Pelunak
Garam amonium kuaterner berbasis minyak kelapa (seperti dimetilamonium klorida berbasis minyak kelapa) terserap pada permukaan serat melalui gugus kationik, membentuk lapisan hidrofobik, mengurangi gesekan antar serat dan membuat kain terasa lembut dan halus.
Skenario aplikasi: Deterjen cucian, pelembut kain, proses pasca-perawatan handuk/seprai.
Agen antistatik
Serat cenderung mengakumulasi listrik statis selama pemrosesan atau pemakaian. Sifat kationik dari turunan amina minyak kelapa dapat menetralkan muatan tersebut, mencegah penempelan debu dan kusutnya pakaian (seperti dalam pengolahan serat sintetis seperti poliester dan nilon).
Alat bantu pewarnaan dan pemrosesan
Zat penyeimbang: Amina primer atau amina tersier digunakan sebagai zat pembantu pewarnaan untuk mengatur laju adsorpsi zat warna pada serat, mencegah pewarnaan lokal menjadi terlalu gelap atau terlalu terang (seperti pewarnaan zat warna reaktif pada kain katun dan linen).
Zat penambah lemak kulit: Ketika amina minyak kelapa dicampur dengan minyak, ia menembus serat kulit, meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan terhadap air.
25kg/karung
Cocoamine CAS 61788-46-3
Cocoamine CAS 61788-46-3














